renovasi rumah sidoarjo

Memiliki rumah pribadi adalah sebuah prestise tersendiri. Oleh karena itu, sudah sepatutnya rumah dirawat dengan baik agar fungsi nyaman dan aman tetap terjaga.

Saat kondisi atap tidak layak lagi ditambah adanya dinding retak di beberapa ruang, ini menandakan sudah waktunya merenovasi rumah. Tak melulu soal kerusakan, renovasi rumah sidoarjo juga dilakukan sebagian orang yang ingin memperluas rumah atau menambah jumlah kamar tidur.

Berbicara tentang renovasi tentu berkaitan erat dengan biaya besar. Faktor inilah yang umumnya menjadi kendala sebagian orang.

Namun sebenarnya ada banyak cara mudah mendapatkan dana renovasi rumah, salah satunya dengan memanfaatkan fasilitas kredit BPJS Ketenagakerjaan. Syaratnya, calon kreditur merupakan karyawan yang sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan minimal 5 tahun.

Dalam membiayai kredit renovasi rumah ini, pihak BPJS Ketenagakerjaan juga bekerjasama dengan beberapa bank. Jaminannya adalah dana peserta yang tersimpan dalam rekening BPJS Ketenagakerjaan. Prosesnya mudah, tinggal datang ke kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat dan melengkapi persyaratan yang diminta.

(Baca juga: Renovasi Rumah Tapi Tak Ada Biaya, Ini Jalan Keluarnya!)

Bagaimana Agar Bisa Renovasi Minim Biaya? 

Kepada Rumah.com, Kamis (28/04), Arsitek Arades Living, Astrid Hapsari Raharjo membeberkan sebelas trik jitu menimalisir pengeluaran saat memperbaiki rumah.

1. Manfaatkan Struktur Lama
Usahakan menggunakan struktur bangunan yang sudah ada seperti kolom, balok, dan pondasi, sehingga tidak perlu membuat baru lagi. Pembuatan struktur baru akan memakan biaya dan waktu terutama bila memakai beton.

Akan tetapi jika terpaksa harus merancang struktur baru, maka disarankan untuk menggunakan material baja yang proses pembuatannya cukup singkat, sehingga ongkos tukang juga akan lebih hemat.

Berbeda dengan beton yang biasanya memakan waktu sekitar 21 hari hingga kondisinya kering sempurna dan bekistingnya bisa dibuka. Tapi sayangnya, material baja di pasaran relatif mahal.

2. Pakai Jasa Arsitek
Gunakan jasa perencana atau arsitek meski bangunan rumah tak terlalu luas. Arsitek dididik dan dilatih secara profesional untuk merencanakan suatu bangunan termasuk rumah tinggal.

Sebagian pemilik rumah mungkin berpikir tarif jasa arsitek memerlukan bujet besar diluar alokasi anggaran renovasi. Namun perlu menjadi bahan pertimbangan, nilai jasa seorang arsitek tidak hanya mencakup keahliannya dalam merencanakan layout rumah sesuai keinginan klien.

Melainkan arsitek juga andal dalam memilih material tepat, mengawasi proses renovasi untuk memastikan bentuk bangunan tidak melenceng dari konsep, hingga mencegah pembengkakan anggaran yang disebabkan kesalahan tukang.

3. Material Bagus nan Ekonomis
Pilih material bangunan dan sanitair berkualitas bagus dengan harga ekonomis. Jangan mudah tergiur dengan brand ternama namun mutunya belum terjamin.

Astrid sangat menyarankan untuk membeli material dengan merk yang sudah lama dijual di pasaran dan memiliki reputasi tinggi. Merk tersebut punya berbagai varian model mulai dari harga terendah hingga yang paling mahal.

Jika ingin mengetatkan bujet, pilih produk dengan harga terjangkau kendati desainnya standar dan tidak futuristik atau modern.

4. Berburu Diskon
Demi mewujudkan misi renovasi hemat biaya, mulailah berburu diskon yang dihadirkan toko bahan material atau supermarket bangunan. Setiap cabang toko, walau berasal dari induk yang sama tetapi kerap memberikan diskon untuk item berbeda.

“Sebelum memulai renovasi, cari informasi sebanyak-banyaknya tentang toko yang menjual stok bahan bangunan tinggal sedikit. Karena biasanya untuk menghabiskan sisa stok yang ada, mereka akan memberikan potongan harga menggiurkan. Nah, celah seperti ini patut dimanfaatkan” ujar Astrid.

5. Jangan Menyuruh Tukang!
Sewa pekerja/ tukang dari segi jasanya saja, sedangkan bahan bangunan lebih baik dibeli sendiri. Khawatirnya, jika pembelian material diserahkan kepada kontraktor, mandor, maupun tukang, maka tak jarang mereka akan mencari produk bermutu standar.

Lalu saat pemilik rumah menginginkan material dengan merk unggulan, biasanya mereka akan mengenakan harga tambahan setiap meter persegi.